Protected by Copyscape DMCA Copyright Detector
Home » , » PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE DEVELOPMENT)

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE DEVELOPMENT)

Written By Gus Priyono Koes on Dec 27, 2010 | 2:47 PM

Terdapat beberapa pengertian tentang pembangunan berkelanjutan yang diajukan oleh beberapa pihak. Komisi Dunia untuk Lingkungan dan Pembangunan (World Commission on Environtment and Development disingkat WCED) dalam Hadi (2001: 2) mendefinisikan pembangunan berkelanjutan sebagai pembangunan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengorbankan kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Dalam konteks Indonesia, pembangunan berkelanjutan ditujukan untuk mengurangi kemiskinan dan juga mengeliminasi kerusakan sumberdaya alam dan lingkungan. Pembangunan berkelanjutan secara implisit juga mengandung arti untuk memaksimalkan keuntungan pembangunan dengan tetap menjaga kualitas sumberdaya alam. Konsep pembangunan berkelanjutan menyadari bahwa sumberdaya alam merupakan bagian dari ekosistem. Dengan memelihara fungsi ekosistem maka kelestarian sumberdaya alam akan tetap terjaga.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa pembangunan berkelanjutan mempersyarakatkan melarutnya lingkungan dalam pembangunan. Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan menghendaki syarat-syarat sebagai berikut (Hadi, 2001:5-6):
  1. Pembangunan itu sarat dengan nilai, dalam arti bahwa ia harus diorientasikan untuk mencapai tujuan ekologis, sosial dan ekonomi.
  2. Pembangunan itu membutuhkan perencanaan dan pengawasan yang seksama pada semua tingkat.
  3. Pembangunan itu menghendaki pertumbuhan kualitatif setiap individu dan masyarakat.
  4. Pembangunan membutuhkan pengertian dan dukungan semua pihak bagi terselenggaranya keputusan yang demokratis.
  5. Pembangunan membutuhkan suasana yang terbuka, jujur dan semua yang terlibat senantiasa memperoleh informasi yang aktual.
Dalam perkembangan konsep selanjutnya, pembangunan berkelanjutan dielaborasi oleh Stren, While & Whitney dalam Budihardjo (1999: 18) sebagai suatu interaksi antara tiga sistem yaitu:
1. Sistem Biologis dan Sumberdaya
2. Sistem Ekonomi
3. Sistem Sosial
Memang dengan kelengkapan konsep berkelanjutan dalam trilogi: ekologi-ekonomi-sosial tersebut menjadi semakin menyulitkan pelaksanaannya, namun jelas lebih bermakna dan gayut dengan masalah khususnya di negara berkembang. Dengan demikian, maka konsep pembangunan berkelanjutan berkembang lebih jauh, tidak lagi terpancang pada konsep awal yang lebih terfokus pada pemikiran kelestarian keseimbangan lingkungan semata-mata.


Dalam pembangunan berkelanjutan, faktor kualitas lebih diutamakan dari pada kuantitas, dan lebih ditujukan pada perbaikan dan peningkatan seluruh aspek kehidupan manusia untuk hari ini dan di masa mendatang. Dengan demikian pembangunan berkelanjutan dapat juga diartikan sebagai perbaikan mutu kehidupan manusia dengan tetap berusaha tidak melampaui kemampuan daya dukung ekosistem yang mendukung kehidupannya, sehingga keberadaan ekosistem akan tetap terjaga dan kualitas lingkungan tidak akan mengalami penurunan. 


Dengan melaksanakan pembangunan berkelanjutan diharapkan akan dicapai kondisi ekonomi yang berkelanjutan, suatu tindakan ekonomi yang tetap memelihara basis sumberdaya alam yang digunakan, melalui peningkatan pengetahuan, penyempurnaan manajemen organisasi pemerintah dan institusi swasta, efisiensi teknis, serta penentuan kebijakan yang didasarkan pada kepentingan bersama.
Setiap pembangunan harus selalu mewujudkan kepentingan kelompok atau masyarakat lain dan mengindahkan keberadaan kehidupan lain, dimanapun dan waktu sekarang maupun yang akan datang, di sini peran masyarakat sangat diperhatikan, terutama karena pada dasarnya semua pembangunan adalah dari dan untuk masyarakat itu sendiri, dengan demikian masyarakat juga berkewajiban untuk menjaga dan memelihara kelestarian hasil dari pembangunan yang telah dilaksanakan.
Pada hakekatnya pembangunan berkelanjutan bertujuan untuk meningkatkan mutu hidup manusia dalam segala aspek, termasuk keagamaan, fisik, rohani, dan budaya dengan tidak memboroskan sumberdaya alam yang ada (terutama sumber alam yang tidak dapat diperbaharui, yang tidak mempunyai kapasitas dan daya dukung lingkungan).


Untuk mewujudkan suatu pembangunan yang berkelanjutan, dalam suatu proses pengembangan dan pembangunan kota mulai dari tahap perencanaan; perancangan dan penetapan strategi pembangunan serta pelaksanaan dan pengandaliannya harus lebih bertumpu pada kebutuhan (needs), tuntutan (demands) masyarakat serta melibatkan partisipasi masyarakat, karena dengan dilibatkannya masyarakat dalam proses pembangunan tersebut, maka masyarakat akan merasa ikut 'memiliki', dan karena ikut memiliki maka mayarakat akan merasa mempunyai kewajiban untuk selalu menjaga segala sesuatu yang telah dimiliki tersebut, dengan demikian suatu proses pembangunan yang berkelanjutan akan dapat diwujudkan. Sebagai langkah alternatif di mana masyarakat ikut berperan dan dilibatkan dalam proses pembangunan adalah dengan pendekatan partcipatory planning melalui forum dialog, rembug desa dan kegiatan-kegiatan lain yang bersifat menyamakan persepsi dan menjalin komukasi antar aktor pembangunan.

Referensi:
Budihardjo, Eko. 1999. Kota Berkelanjutan. Bandung: Penerbit Alumni.
Hadi, Sudharto P. 2001. Dimensi Lingkungan Perencanaan Pembangunan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.


Share this article :

1 comments:

  1. Sayangnya sekarang ini setiap ganti pemimpin, maka berganti pula kebijakannya. Sehingga utk mewujudkan pembangunan berkelanjutan tak sepeenuhnya menjadi mudah.

    ReplyDelete




RSS Feed



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Dongeng Planologi dan Edukasi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger